The Real Horror Story? No! That's An Unforgettable Moment

Hari ini, tepatnya pada tanggal 02 Januari 2012. Seperti biasa, aku dan sepupuku bermain sepeda pada sore hari. Awalnya, kami tidak mempunyai tujuan akan kemana kami nantinya, tetapi akhirnya kami memutuskan untuk "menyambung hidup" karena pasukan Marching Band perut kami sudah tidak bisa diajak kompromi. Sebelum ke tempat tujuan, kami memutuskan untuk berkeliling dulu dan akibatnya kami lupa waktu -_-
Sekitar pukul 17:30, kami sampai di tempat itu --masih menggunakan sepeda-- kami memesan dan tidak lama kemudian pesanan kami datang dan tidak lama kemudian pula Adzan Maghrib berkumandang.
Ceritanya berawal dari sini. pukul 16:30 kami selesai makan dan pulang kerumah masing-masing. Awalnya kami memang bersama-sama, tetapi setelah sampai di persimpangan, kami berpisah. Sepupuku belok ke arah kiri sedangkan aku masih tetap lurus. Dan kami akhirnya sendiri.
Awalnya aku merasa nyaman di perjalanan karena tempat itu cukup ramai. Di langit pun terdapat satu bintang yang sangat bercahaya, itu cukup menarik perhatianku karena aku senang sekali melihat bintang. Tetapi, aku merasa ada yang ganjil ketika aku mulai memasuki area yang cukup sepi dan gelap. Ya! sangat gelap karena sepedaku tidak memiliki lampu. Daaan... "Ra.." aku merasa ada yang memanggil namaku. Aku cukup kenal suara itu. Aku terus memacu sepedaku dengan santai, tetapi suara itu tetap terdengar. Disini, aku benar-benar tidak bisa mengalahkan rasa takutku. "Mira, tunggu!" sekarang, ia menyuruhku menunggu? Aku tidak mau!
Dan, tiba-tiba saja didepanku terdapat sesosok manusia. Aku berhenti. Bibirku kaku, ingin sekali aku berteriak meminta tolong kepada siapa saja yang ada disana, tetapi tidak bisa. Ia terlihat tampan, wajahnya teduh memancarkan cahaya. Rey. Rayhan Hilmi Nurazhar. Sahabatku dulu, dulu sekali ketika semuanya belum terjadi. Sepertinya, hari ini ia ingin bertemu denganku. Aku sedikit merinding melihatnya, meskipun wajahnya sedikit tidak jelas. Sayup-sayup ia mengatakan "hati-hati" kepadaku, dan setelah itu...ia menghilang.. menghilang dengan satu-satunya bintang di langit itu. bintang kesukaannya dulu..
Percaya atau tidak, hmm aku tidak tahu! Aku merasa semua ini seperti mimpi, tetapi ini kenyataan. Mengapa ia masih tetap menggangguku. Apa ia....ah sudahlah, aku mulai merinding meneruskannya.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS